NILAI PENDIDIKAN DAN PERAN MASJID KI MAROGAN SEBAGAI SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI KOTA PALEMBANG

  • Hudaidah Hudaidah Universitas Sriwijaya
  • Irfan Swanto Yusni Universitas Sriwijaya
  • M. Danish Sumantri Universitas Sriwijaya
  • Aulan Aulan Universitas Sriwijaya
  • Indah Ramadani Universitas Sriwijaya
Kata Kunci: Masjid Ki Marogan, sejarah Islam, budaya Palembang, wisata religi, arsitektur masjid

Abstrak

Artikel ini membahas tentang nilai edukasi dan peran Masjid Ki Marogan di Palembang sebagai warisan sejarah dan budaya Islam yang signifikan di Sumatera Selatan. Masjid ini didirikan oleh seorang ulama bernama Masagus Haji Abdul Hamid bin Masagus Haji Mahmud atau yang akrab disapa Kiai Marogan pada akhir abad ke-19. Masjid ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, budaya, dan tujuan wisata religi. Penelitian ini menggunakan studi literatur yang menelusuri nilai pendidikan, perjalanan sejarah, perkembangan arsitektur, dan fungsi Masjid Ki Marogan dari masa ke masa. Arsitektur masjid ini menunjukkan akulturasi budaya lokal dengan pengaruh Arab, India, dan Cina. Selain itu, kompleks makam Ki Marogan yang berada di area masjid menjadi daya tarik tersendiri dalam ziarah spiritual masyarakat. Dalam konteks modern, masjid ini terus beradaptasi dengan memanfaatkan digitalisasi untuk pelestarian sejarah dan syiar Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Masjid Ki Marogan tidak hanya berperan sebagai simbol keagamaan, tetapi juga sebagai pusat pelestarian nilai-nilai lokal, sejarah, dan identitas budaya Palembang.
Diterbitkan
2025-06-29